Diam adalah satu kata namun berjuta makna. Mungkin bagi kalian yang tak begitu peduli arti sebuah kata akan cuek aja menggunakan kata yang terlihat biasa namun begitu istimewah bila dijabarkan. Disini aku akan membahas serta mengulas dengan jelas tentang makna kata “DIAM”.


Kata orang-orang bijak, diam selalu mengandung berjuta makna. Bisa positif, tapi lebih sering kepada negatif. Entah berarti  marah, kecewa, atau putus asa. Diam biasanya adalah jalan terakhir untuk bersuara, ketika berkata tidak lagi bermakna. Dalam kamus besar bahasa Indonesia diam memiliki tiga arti yaitu tidak bersuara (tidak berbicara), tidak berbuat (tidak berusaha apa-apa) dan tidak bergerak (tetap ditempat).

Dan dalam diam seseorangpun diduga memiliki tiga maksud yaitu setuju, tidak setuju atau tidak perduli. Yang pasti apapun sikap kita selalu ada konsekuensinya.Ada juga diam yang memiliki unsur protes / ketidaksukaan terhadap sesuatu. Misalnya seorang suami atau istri yang tidak menyukai sikap atau perbuatan pasangannya, dan menanggapinya dengan sikap diam, tentu saja diam yang seperti itu pada akhirnya akan membawa keburukkan buat hubungan mereka. Apalagi diam yang disertai rasa amarah sungguh bukan hal yang bijaksana untuk dilakukan. Sehingga terdapat pernyataan yang mengatakan lebih baik diam daripada terus bicara tetapi tanpa makna atau manfaat.

Namun diam juga dapat dikatakan indah, bila sedang serius bekerja, dalam keadaan retreat, dan ketika kita sedang sakit gigi atau sakit kepala. Hehehe...Begitu banyak definisi dari kata “Diam”, tergantung dari bagaimana kita mengartikan kata tersebut dengan tepat.Diam adalah emas, diam itu tidak tahu apa-apa, diam berarti mengiyakan, diam membisu karena bete, diam-diam mengamati, diam dalam kehampaan, diam karena perasaan rindu, dan lain-lain. Dan masih ada jutaan makna dari kata DiamJadi apapun definisinya, hanya kita yang tahu, dan hanya kita yang dapat mengekspresikannya.Pada prinsipnya, “Jika ada orang yang mengajakku berbicara maka aku akan membalasnya.Jika ada yang mendiamkan aku, maka aku akan mengajaknya bicara.  Jika ada yang mengganjal perasaanku maka aku akan bicara.  Namun jika bagiku bicara tidak menyelesaikan masalah, maka aku akan memilih untuk diam.

Diam dapat pula diartikan ketika mengalami suatu kejadian yang menurut keyakinan mu, kita harus bersabar, maka lakukan DIAM. Jika ada orang yang mengatakan setiap orang harus mengerti jika dia sedang diam, bagiku itu tidak tepat.  Karena tidak ada manusia yang mengenal manusia lain dengan sempurna kecuali manusia itu sendiri. Bagiku orang yang tidak bisa diajak berkomunikasi dengan sehat adalah orang yang sakit. Entah sakit jiwa ataupun sakit fisik. Pendiam dengan mendiamkan memiliki pengertian yang sangat beda dan jelas berseberangan. Banyak orang yang suka bicara bila perlu, karena berbicaralah maka kamu akan terkenal, karena kepribadian seseorang tersembunyi dibalik lisannya.Ada kalanya diamnya seseorang lebih kuat daripada jawaban. Jika akal telah mencapai kesempurnaan, maka akan berkuranglah pembicaraan. Sebab, perkataan akan tetap berada dibawah kendalimu selama kamu belum melontarkannya. Tetapi jika kau telah melontarkan perkataan, engkaulah yang terbelenggu olehnya. Karenanya, simpanlah lisanmu sebagaimana engkau menyimpan emas.

Adakalanya perkataan terasa nikmat, tetapi ia mengundang bencana. Artinya, diam seseorang lebih baik ketimbang perkataan yang tiada makna. Perkataan yang sudah terlanjur terlontar tidak akan bisa ditarik lagi, apalagi jika mengandung keburukan. Beberapa kutipan kata bijak yang dapat saya ambil hikmah nya, yaitu:“Siapa yang banyak bicara, banyak pula kesalahannya. Siapa yang banyak kesalahan, sedikit rasa malunya, maka kehati-hatianya kurang. Siapa yang kehati-hatiannya kurang, maka hatinya telah mati. Siapa yang hatinya mati, ia akan celaka.”Maka dari itu timbanglah perkataanmu dengan perbuatanmu, dan jangan banyak bicara kecuali dalam kebaikan.

Sebaik-baik perkataan seseorang adalah yang sesuai dengan perbuatanya.  Jangan sampai perkataan kita malah bertentangan dengan perbuatan. Lebih baik berbicara sedikit tetapi menebar kebaikan daripada banyak bicara tapi menimbulkan kekisruhan.


0 komentar:

Posting Komentar